Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan

Grigori Rasputin (Tokoh kontroversial dalam sejarah rusia)

Grigori Rasputin merupakan tokoh legendaris dari Rusia. Pengaruhnya di Rusia sangat kuat hingga mampu menggoyahkan pemerintah pada masanya. Namun, dibalik sosoknya yang biasa, dia mempunyai suatu keistimewaan. Bagaimana kisahnya?

Grigori Efimovich Rasputin lahir di Pokrovskoye, tepatnya di sebuah desa kecil di daerah sungai Tura, Siberia. Banyak perdebatan mengenai tanggal kelahirannya, namun sebuah dokumen menyatakan bahwa Rasputin lahir pada tanggal 22 Januari 1869.



Tidak banyak informasi mengenai masa kecil Rasputin. Dia mempunyai dua saudara kandung yang bernama Maria, dan kakaknya bernama Dimitri. Maria telah meninggal dunia karena tenggelam di sungai, dia menderita epilepsi. Suatu hari, Rasputin sedang bermain dengan kakaknya Dimitri di dekat kolam. Tiba - tiba kakaknya jatuh ke kolam, Rasputin mencoba menyelamatkannya, namun ia tak mampu. Mereka berdua akhirnya diselamatkan oleh orang yang kebetulan melintas. Rasputin selamat, namun kakaknya tidak dapat bertahan hidup karena radang paru.

Masyarakat di sekitarnya mulai merasakan adanya kekuatan gaib pada diri Rasputin. Salah satu buktinya adalah ketika ayah Rasputin, Efim Rasputin kehilangan salah satu kudanya. Rasputin dikatakan mampu mengetahui para pelaku yang mencuri kuda ayahnya dengan menggunakan kekuatan pikirannya.



Ketika dia berusia 18 tahun, ia menghabiskan waktunya di Biara Verkhoturye. Di Biara ini ia mendapatkan pengalaman spiritual yang menjadikan kemampuannya semakin tinggi. Ia kemudian menjadi seseorang yang religius dan hidup mengembara.
Penggemar Rasputin

Pada suatu hari, seseorang memfitnahnya. Rasputin dikatakan telah memimpin sebuah sekte sesat. Rasputin kemudian diadili namun tidak beberapa lama kemudian, dia dibebaskan karena tidak ada bukti.
Tak lama kemudian, Rasputin menemui orang suci bernama Makariy. Tidak ada keterangan pasti mengenai apa yang dilakukan oleh Rasputin dengan Makariy, ada yang menganggap dia sedang berguru kepada Makariy.
keluarga Rasputin
Rasputin menikah dengan seorang wanita bernama Prasovia Fyodorovna Dubrovina pada tahun 1889. Ia maemiliki 3 anak, yaitu Dmitri, Varvara, dan Maria. Nama dua anaknya sama dengan nama almarhum saudaranya. Rasputin juga dikabarkan memiliki anak dari wanita lain.


Rasputin, Istri dan Putrinya Pada tahun 1901, dia meninggalkan rumahnya dan mulai berkelana. Selama perjalanannya, ia telah melewati Yunani dan Yerusalem. Pada tahun 1903, ia sampai di St. Petersburg dimana di tempat inilah reputasinya sebagai orang suci dan sakti dikenal oleh masyarakat sekitar.

Suatu hari, Rasputin mendengar kabar bahwa ada seorang bangsawan yang sangat menderita karena penyakitnya. Bangsawan Rusia itu bernama Tsarevich Alexei. Sebenarnya, Alexei menderita Hemophilia, suatu penyakit yang diturunkan dari Ratu Inggris Victoria, sang nenek buyut Alexei.

Pada zaman itu, penyakit ini merupakan penyakit yang berbahaya, dan publik belum mengenal istilah hemophilia. Ketika dokter tak mampu lagi untuk menyelamatkannya, teman Alexei bernama Anna Vyrubova meminta bantuan Rasputin untuk menolongnya.

Anna menyakini bahwa Rasputin punya kemampuan untuk menyembuhkan seseorang lewat doa - doa. Dan ketika Rasputin menanganinya, keadaan Alexei berangsur - angsur membaik. Dokter yang memvonis Alexei tidak akan bertahan hidup dibuat bingung karenanya.

Beberapa orang yang skeptis menganggap bahwa Rasputin melakukan hipnosis pada Alexei. Dalam suatu studi, hipnosis terbukti mengurangi gejala hemophilia karena mengurangi stres, namun saya tidak menemukan hasil studi pastinya.

Beberapa orang berpendapat, bahwa Rasputin menggunakan lintah sebagai obatnya. Namun lintah dikenal memiliki zat antikoagulan seperti hirudin, sehingga pengobatan dengan metode ini malah memperparah penyakit Alexei. Teori ini akhirnya tumbang dengan sendirinya.

Banyak yang menyakini bahwa Rasputin memberi sugesti - sugesti postif kepada anak ini, sehingga kondisinya kian membaik. Karena jasa dan kemampuannya inilah, Rasputin mempunyai pengaruh kuat di dalam keluarga kerajaan Rusia, terutama terhadap raja Tsar Nicholas II.

Rasputin menjadi seseorang dengan berbagai kontroversi. Dia terlibat dalam berbagai aktivitas politik di Rusia. Dia dituduh oleh banyak pihak, mulai tuduhan kejahatan, politik, sampai dituduh memperkosa seorang biarawati.

Gereja setempat tidak menerima kehadirannya, bahkan ada yang menuduh Rasputin telah melakukan praktek ilmu hitam. Namun, hal itu tidak mempengaruhi posisinya sebagai salah satu pejabat penting di kerajaan.

Rasputin sangat menentang perang. Selama Perang Dunia I, Rasputin kembali dituduh menyebarkan pengaruh patrotik dalam kerajaan. Seseorang yang mengaku berasal dari Jerman mengatakan bahwa pemerintah Jerman telah memperkerjakan Rasputin sebagai mata - mata Jerman, namun hal ini tidak terbukti.

Suatu hari, Rasputin tertarik untuk memberkati para pasukan yang akan berangkat ke medan pertempuran. Namun, panglima tertinggi yang bernama Grand Duke Nicholas tidak suka akan kehadiran Rasputin. Dia berjanji akan menggantung Rasputin jika ia berani muncul.

Ketika Tsar Nicholas II berangkat ke medan pertempuran, pengaruh Rasputin terhadap Romanov (sebutan untuk kerajaan Rusia kala itu) semakin meningkat. Rasputin menjadi kepercayaan Romanov, dan menadi penasehat pribadi. Dia juga mengisi beberapa kantor pemerintah dengan calon pilihannya sendiri.



Untuk memperluas pengaruhnya, Rasputin kemudian bergaul dengan wanita - wanita kelas atas dengan dalih memberikan bantuan plitik kepada mereka. Karena Perang dan pemerintahan yang kacau, Rusia dilanda masalah finansial. Masyarakat pun menyalahkan pemerintah dan campur tangan Rasputin.

Banyak pihak yang tidak menyukai kehadiran Rasputin. Masyarakat Rusia berpendapat bahwa Rasputin telah mempengaruhi orang - orang dalam kerajaan, sehingga ia mendapat posisi penting. Mungkin karena ini pula, banyak pihak yang ingin membunuh Rasputin.

Di internet, kita akan menemukan informasi bahwa Rasputin termasuk orang yang sulit untuk dibunuh. Dikatakan ia telah diracun, ditembak, dipukuli, hingga dilempar ke sungai yang dingin hingga ia menemui ajalnya. Akan tetapi, benarkah Rasputin tewas karena itu ? Awalnya, saya sempat mempercayai kisah ini, hingga akhirnya saya menemukan informasi penting mengenai sebab kematian Rasputin.

Legenda kematian Rasputin mungkin lebih misterius daripada hidupnya. Menurut buku Greg's King 1996, yang berjudul The Man Who Killed Rasputin mengatakan bahwa upaya pertama pembunuhan Rasputin dilakukan pada tanggal 29 Juni 1914 ketika Rasputin mengunjungi istri dan anak- anaknya di Pokrovskoye.

Ketika keluar dari gereja, ia diserang oleh Khionia Guseva, seorang mantan pelacur yang kemudian menjadi murid dari biksu Lliodor. Dia menusuk perut Rasputin hingga isi perutnya keluar (maaf,red.). Guseva membenci Rasputin karena ia telah mempengaruhi seluruh anggota kerajaan.

Setelah dioperasi, Rasputin pulih dengan cepat. Putrinya sendiri tidak mempercayai bahwa ayahnya dapat pulih dengan cepat.

Pada tanggal 16 Desember 1916, sekelompok bangsawan yang dipimpin oleh Pangeran Felix Yusupov, Grand Duke Dmitri Pavlovich, dan politikus Vladimir Purishkevich merencanakan pembunuhan terhadap Rasputin.


Istana Yusupov Para bangsawan ini kemudian pura - pura mengundang Rasputin ke Istana Yusupov. Rasputin kemudian dibawa ke ruang bawah tanah dan dijamu dengan kue dan anggur merah. Makanan ini telah diberi Sianida dalam dosis tinggi.

Menurut legenda, Rasputin sama sekali tidak terpengaruh dengan racun dalam kue dan anggur yang diminumnya, meski racun itu cukup untuk membunuh 5 orang sekaligus. Menurut info yang saya dapat, faktanya Rasputin tidak pernah memakan kue maupun minum anggur, karena setelah serangan Guseva, ia menderita hyperacidity yang mengakibatkan ia harus menghindari gula.

Jadi teori ini, menyangkal bahwa Rasputin kebal terhadap racun. Pada tahun 1993, otopsi yang dilakukan oleh Dr. Vladimir Zharov dan Profesor Derrick Pounder pada tahun 2005 tidak menunjukkan adanya racun sianida dalam perut Rasputin.

Kembali menurut legenda, Yusupov kembali untuk mencoba membunuh Rasputin, kali ini ia menembak Rasputin dari belakang dengan menggunakan pistol. Yusupov kemudian memastikan bahwa Rasputin telah tewas kali ini, namun tiba - tiba Rasputin bangkit dan langsung mencekik Yusupov. Tak lama, anak buah Yusupov datang dan kembali menembak Rasputin sebanyak tiga kali. Dengan keadaan kritis, Rasputin mencoba bangkit dan melarikan diri. Namun, ia kembali dipukuli dari belakang oleh komplotan Yusupov. Ajaibnya, Rasputin belum mati dan berusaha utnuk bangkit. Komplotan Yusupov kemudian mengikat Rasputin dan membungkusnya dengan karpet, kemudian membuangya ke sungai Neva yang dingin.

Tiga hari kemudian, jasad Rasputin ditemukan dan diangkat dari sungai Neva untuk diotopsi. Hasil otopsi menunjukkan bahwa Rasputin tewas karena tengelam. Di paru - parunya ditemukan air yang cukup banyak. Ketika jasadnya ditemukan, lengannya mengarah keatas, seolah - olah dia berusaha untuk mencari jalan keluar dari sungai itu.

Penyelidikan lanjutan dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan hasil lain. Penyelidik tidak bisa memastikan bahwa penyebab kematian Rasputin adalah karena tenggelam. Penemuan air di dalam paru - parunya merupakan hal yang biasa. Bisa saja, Rasputin telah meninggal karena ditembak dan dipukuli sebelum dibuang ke sungai. Ketika ia tercebur ke dalam sungai, air bisa masuk ke paru - parunya, dan tentang posisi tangannya yang menghadap keatas, bisa disebabkan karena efek dari air sungai yang dingin yang membuat ototnya kaku.


Peluru yang bersarang di kepala Rasputin Penyelidikan terbaru juga menemukan bahwa peluru yang bersarang di tubuh Rasputin berbeda ukuran kalibernya. Profesor Derrick mengatakan, dari empat peluru yang bersarang di tubuhnya, satu diantaranya tepat menembus kepala Rasputin. Bagaimana bisa manusia bisa bertahan dari tembakan yang tepat mengenai kepala, bagian paling vital dalam tubuh manusia ? Bekas penganiayaan juga ditemukan dalam tubuh Rasputin. Profesor Derrick mengatakan bahwa Rasputin memang telah dipukuli oleh komplotan Yusupov. Peluru yang bersarang di tubuh Rasputin berjenis Webley 0.45 inci, sayangnya peluru lain tidak dijelaskan secara rinci. Dengan penemuan ini, semakin menegaskan bahwa penyebab kematian Rasputin bukan karena tenggelam.

Sebenarnya, penjelasannya tentang penyebab kematian maupun dugaan konspirasi dibalik kematian Rasputin masih panjang, namun agar artikel ini tidak membosankan, maka saya hanya mengambil garis besarnya saja.

Kembali ke topik, setelah penemuan Profesor Derrick ini, tampaknya Rusia harus kembali mengkaji sejarah terhadap tokoh legendarisnya ini. Mengenai keluarga Rasputin, putrinya yang bernama Maria pindah ke Prancis. Tak lama kemudian, ia pindah ke Amerika dan bekerja sebagai penari dan pelatih harimau sirkus hingga akhir hayatnya pada tahun 1977. Dia telah meninggalkan kenangan mains tentang ayahnya, yaitu sebuah lukisan yang menggambarkan sosok ayahnya. Dia yakin bahwa ayahnya adalah orang suci yang menjadi korban orang - orang yang iri dengannya. Anggota keluarga Rasputin yang lain, tidak diketahui keberadaannya.

Mungkin sains telah menjelaskan penyebab kematian Rasputin yang legendaris itu, namun sains belum dapat mengungkap sepenuhnya siapa sesungguhnya Rasputin di masa lalu. Semoga artikel ini bermanfaat dan silahkan share pendapat kalian mengenai artikel ini.

(en.wikipedia.org, forum.alexanderpalace.org, www.visualstatistic.net)

Soe Hok Gie (Sosok Idealis)


Soe Hok Gie adalah ikon gerakan mahasiswa. Ia telah menjadi inspirasi bagi banyak aktivis kampus di era tahun 1980-an hingga 1990-an. Bahkan catatan hariannya yang dibukukan dalam Catatan Seorang Demonstran, menjadi semacam bacaan wajib bagi peminat ataupun simpatisan dunia pergerakan.

Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit —seorang novelis— dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik dari Soe Hok Djie yang juga dikenal dengan nama Arief Budiman. Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.

Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta. Menurut seseorang peneliti, sejak masih Sekolah Dasar (SD), Soe Hok Gie bahkan sudah membaca karya-karya sastra yang serius, seperti karya Pramoedya Ananta Toer. Mungkin karena Ayahnya juga seorang penulis, sehingga tak heran jika dia begitu dekat dengan sastra.

Sesudah lulus SD, kakak beradik itu memilih sekolah yang berbeda, Hok Djin (Arief Budiman) memilih masuk Kanisius, sementara Soe Hok Gie memilih sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Strada di daerah Gambir. Konon, ketika duduk di bangku ini, ia mendapatkan salinan kumpulan cerpen Pramoedya: “Cerita dari Blora” —bukankah cerpen Pram termasuk langka pada saat itu?

Pada waktu kelas dua di sekolah menangah ini, prestasi Soe Hok Gie buruk. Bahkan ia diharuskan untuk mengulang. Tapi apa reaksi Soe Hok Gie? Ia tidak mau mengulang, ia merasa diperlakukan tidak adil. Akhirnya, ia lebih memilih pindah sekolah dari pada harus duduk lebih lama di bangku sekolah. Sebuah sekolah Kristen Protestan mengizinkan ia masuk ke kelas tiga, tanpa mengulang.

Selepas dari SMP, ia berhasil masuk ke Sekolah Menengan Atas (SMA) Kanisius jurusan sastra. Sedang kakaknya, Hok Djin, juga melanjutkan di sekolah yang sama, tetapi lain jurusan, yakni ilmu alam.

Selama di SMA inilah minat Soe Hok Gie pada sastra makin mendalam, dan sekaligus dia mulai tertarik pada ilmu sejarah. Selain itu, kesadaran berpolitiknya mulai bangkit. Dari sinilah, awal pencatatan perjalanannya yang menarik itu; tulisan yang tajam dan penuh kritik.

Ada hal baik yang diukurnya selama menempuh pendidikan di SMA, Soe Hok Gie dan sang kakak berhasil lulus dengan nilai tinggi. Kemuidan kakak beradik ini melanjutkan ke Universitas Indonesia. Soe Hok Gie memilih ke fakultas sastra jurusan sejarah , sedangkan Hok Djin masuk ke fakultas psikologi.

Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.

Di zaman Gie, kampus menjadi ajang pertarungan kaum intelektual yang menentang atau mendukung pemerintahan Bung Karno. Sepanjang 1966-1969 Gie berperan aktif dalam berbagai demonstrasi. Uniknya ia tak pernah menjadi anggota KAMI, organisasi yang menjadi lokomotif politik angkatan 66.

Gie lebih banyak berjuang lewat tulisan. Kritiknya pada Orde Lama dan Presiden Soekarno digelar terbuka lewat diskusi maupun tulisan di media masa. Ketika pemerintahan Soekarno ditumbangkan gerakan mahasiswa Angkatan 66, Gie memilih menyepi ke puncak-puncak gunung ketimbang menjadi anggota DPR-GR.

Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.

Sebagai anak muda, walaupun suka mengkritik dan doyan menyendiri, Gie ternyata sangat “gaul. “Penampilannya, biasa aja. Tapi kenalannya orang berpangkat dan nama-nama beken. Saya tahu, karena sering ikut dia. Misalnya saat ambil honor tulisan di Kompas atau Sinar Harapan. Nggak terbayang dia bisa kenalan dengan penyair Taufik Ismail dan Goenawan Mohamad! “, kata Badil.

Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.

Namun, sisi human interest dari Hok-Gie memang sulit untuk dilacak. Rasanya belum ada literatur yang mengungkap sisi ini. Padahal hal ini boleh jadi sisi yang “misterius” dari Hok-Gie, sebut saja bagaimana cara ia bergaul dengan karib serta koleganya, bagaimana cara ia menangani permasalahan di lapangan, ataupun bagaimana hubungannya dengan beberapa teman dekat wanitanya.

Dari sejumlah tulisan lain, terungkap pula bahwa Hok-Gie adalah sosok idealis yang seakan tidak pernah takut kepada siapa pun selama ia yakin dengan sikapnya. Bahkan ia siap berhadapan dengan penguasa jika memang penguasa tersebut berbuat sesuatu yang dianggapnya mencederai rasa keadilan.

Tidak heran jika kritik mapun protes keras acap kali ia sampaikan kepada penguasa, terutama lewat tulisan-tulisannya di berbagai media massa. Hasilnya, Hok-Gie memang dianggap orang yang berseberangan dengan penguasa. Termasuk ketika Hok-Gie terang-terangan melawan Presiden Soekarno yang dianggap memberi ruang terlalu berlebihan untuk Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menariknya, meskipun Hok-Gie adalah seorang anti-komunis–ditandai dengan dengan terjun langsungnya ia ke arena perlawanan terhadap komunisme–tetapi dia tetap protes ketika terjadi pembantaian massal terhadap orang-orang yang dianggap memiliki hubungan dengan PKI tanpa melalui proses di pengadilan.

mengutip tulisan Hok-Gie untuk memperlihatkan sikap Hok-Gie, terhadap masalah pembantaian tersebut. Hok-Gie dalam dalam majalah Mahasiswa Indonesia edisi Jawa Barat menulis, ketika pembunuhan dilangsungkan, para tawanan sering minta untuk segera dibunuh saja. Alasannya, mereka telah mengetahui bagaimana hidup mereka akan berakhir. Hal itu dilakukan karena mereka takut menghadapi siksaan atau cara pembunuhan mengerikan yang dilakukan oleh manusia yang menyebut dirinya ber-Tuhan (Hal. 349).


Hok-Gie memang sinis dengan ketidakadilan maupun kemunafikan. Ia tidak segan melakukan serangan terhadap realitas seperti itu. Untuk soal ini sikapnya hanya hitam-putih, tidak ada wilayah abu-abu. Dalam pandangannya, setiap kekeliruan harus diluruskan, meskipun itu dilakukan seorang pejabat yang memiliki otoritas.

Keiritisan Hok-Gie ternyata bersifat mengakar, hingga menyentuh persoalan agama. Dalam hal ini Hok-Gie tidak main mutlak-mutlakan. Ia yang mengaku mengalami “krisis kepercayan”, menolak pendapat dari otoritas pemuka agama yang menyatakan bahwa agama yang mereka anut adalah satu-satunya agama yang akan mengantarkan manusia ke surga. Bagi Hok-Gie gagasan ini terlalu berlebihan. Baginya agama haruslah membawa pembebasan, dan bukan menjadi alat masyarakat untuk mencapai kepentingan tertentu.

Namun demikian, kehadiran Soe Hok-Gie…Sekali Lagi sedikitnya dapat memberikan sebuah penggalan lain kisah seorang Hok-Gie. Kita pun diingatkan kembali bukan hanya kepada keberaniannya, tetapi juga persoalan bangsa Indonesia yang membutuhkan politisi serta pemimpin yang peduli, peka dan siap bekerja untuk kemajuan bangsanya tanpa pamrih.




Aron Ralston, Kisah Pendaki Gunung yang Mengamputasi Tangannya Sendiri

Aron Ralston, seperti biasa melakukan pendakian rutinnya di hari Sabtu seorang diri. Ia berencana untuk menghabiskan hari dengan mengendarai sepeda gunung dan mendaki batu-batu merah dan pasir di luar Taman Nasional Canyonlands di Utah tenggara. Ralston berasal dari Aspen, Colorado, adalah sarjana teknik dan musik yang pernah bekerja selama lima tahun di Intel,

Ralston sendiri telah mendaki tempat itu berkali-kali dan kali ini dia melakukannya sebagai pemanasan untuk sebuah pendakian gunung tertinggi di Amerika Utara. Mengenakan T-shirt dan celana pendek dan membawa ransel ia berencana untuk melakukan ‘Canyoneering’ jauh ke ngarai Bluejohn Canyon. Ranselnya berisi dua burrito (makanan khas Meksiko), satu liter air, alat multi fungsi tapi imitasi bermerek Leatherman, alat P3K, kamera video, kamera digital dan peralatan panjat tebing. Dia tidak membawa jaket. Canyoneering adalah melakukan perjalanan ke ngarai dengan menggunakan berbagai skill : berjalan, mendaki, memanjat tebing dengan menggunakan berbagai peralatan. Canyoneering yang dilakukan Ralston adalah melewati lembah yang bercelah sempit.

Ralston berada 150 meter di atas puncak dinding vertikal Bluejohn Canyon. Dia melakukan manuvernya untuk mencapai bagian atas sebuah batu besar yang terselip di antara dinding ngarai sempit. Dia mulai memanjat permukaan batu dan rasanya sangat stabil ketika ia berdiri di atas. Ketika ia mulai turun di sisi yang berlawanan, batu seberat 800-pound (kurang lebih dua setengah ton) itu tiba-tiba bergeser, menjepit lengan kanannya – ia terjebak.

Saat terjebak dengan tangan yang terhimpit batu, dia memiliki beberapa pilihan :antara menunggu seseorang yang muncul untuk menyelamatkannya, membebaskan dirinya sendiri, atau kalau semua cara gagal dia akan memutuskan lengannya. Kematian adalah kemungkinan yang terakhir tapi Ralston tidak ingin mempertimbangkannya.

Ralston mencoba tali, jangkar dan alat yang ada untuk memindahkan batu, hasilnya batunya tidak bergerak sedikitpun. Berjam-jam jam dia berjuang untuk membebaskan dirinya dari batu tanpa hasil yang posisitf. Di malam hari temperaturnya turun, Ralston masih bekerja untuk membebaskan dirinya sendiri. Minggu dan Senin berlalu, tapi ia masih terjebak. Sinar matahari sampai di lantai ngarai sempit hanya untuk waktu yang sangat singkat waktu setiap hari. Dia kehabisan makanan dan air pada hari Selasa.

Pada hari Rabu, Ralston mulai menghirup air seni yang telah ia simpan di hari sebelumnya. Dia mengeluarkan video kamera dan merekam pesan terakhir berisi selamat tinggal kepada orang tuanya. Dia lalu mengukir namanya, tanggal lahir, dan apa yang dia yakin adalah hari terakhirnya di bumi ke dinding ngarai. Di atasnya dia mengukir RIP.

Pada Kamis pagi, Ralston melihat suatu visi (penampakan?) yaitu seorang anak 3 tahun berlari lalu dibawa oleh seorang pria yang hanya memiliki sebuah lengan. Dia mengerti visi itu bahwa anak itu akan menjadi anak di masa depannya dan dia memutuskan untuk melakukan tindakan yang segera agar hidupnya bisa bertahan. Jika ia tidak menyelamatkan dirinya sekarang, dia tidak akan memiliki kekuatan fisik yang tersisa untuk melakukannya nanti. Akhirnya dia mengambil keputusan yang dramatis : memotong tangannya sendiri!

Ralston siap untuk mengamputasi lengan kanan di bawah siku dengan menggunakan pisau multi fungsinya. Menyadari bahwa pisau itu tidak cukup tajam untuk memotong tulang lengan ia menekan tangannya melawan batu dan mematahkan tulangnya sehingga dia akan bisa memotong tangannya melalui jaringan. Pertama ia mematahkan tulang radius, yang menghubungkan siku dengan jempol. Dalam beberapa menit ia memecahkan ulna, tulang di bagian luar lengan bawah. Selanjutnya ia menerapkan tourniquet yaitu membebat atau mengikat erat lengannya. Dia menggunakan pisau untuk mengamputasi lengan kanan di bawah siku. Seluruh prosedur dibutuhkan kurang lebih satu jam.

Ralston memberikan pertolongan pertama untuk dirinya sendiri dari kit kecil di ransel. Ia menancapkan jangkar dengan tali di tempat itu. Ia kemudian mendaki 5 mil ke hilir Horseshoe Canyon yang berdekatan, di mana ia bertemu dengan keluarga wisatawan dari Belanda yang sedang berlibur.

Pasangan Belanda Eric dan Monique Meijer dan putra mereka, Andy, mulai keluar dari ngarai ketika mendengar suara di belakang “Tolong, saya butuh bantuan”. Pasangan itu segera menyadari bahwa dia pasti seorang pendaki yang hilang seperti keterangan dari petugas sehari sebelumnya..

Ralston berjalan cepat menuju pasangan ini dengan lengannya yang digantung di sling buatan sendiri dan ia berbicara dengan jelas: “Halo, nama saya Aron, saya jatuh dari tebing pada hari Sabtu dan saya terjebak di bawah batu besar. Saya memotong tangan saya empat. jam yang lalu dan saya memerlukan pertolongan medis. Saya butuh helikopter “.

Istri dan anak Eric mencoba untuk keluar lebih dulu dari ngarai secepat mungkin untuk mendapatkan bantuan. Eric bersama dengan Aron untukn memberikan dia makanan, air dan dukungan mental. Meskipun kehilangan darah, Ralston tetap mampu berjalan tapi pasir di dalam sepatunya mulai mengganggu dia. Dia berhenti sejenak di tempat yang teduh untuk menghilangkkan pasir dalam sepatunya lalu melanjutkan perjalannnya lagi.

Tiba-tiba awak pesawat melihat dua orang di Horseshoe Canyon melambai. Ini adalah istrinya Eric dan anaknya dan mereka memberikan sinyal ke arah helikopter dan menunjuk ke arah korban. Awak pesawat merespon dengan cepat dan mendarat di tempat yang luas di lembah dekat Ralston. Kru pesawat terkejut saat melihat – lapisan darah kering dan segar tubuhnya – dan lengan yang hilang.

Ralston menyandarkan kepalanya kembali helikopter dan menghirup air. Vetere mengajaknya ngobrol, sehingga dia tidak akan kehilangan kesadaran. Dua belas menit kemudian, helikopter tiba di Allen Memorial Hospital di Moab, Utah. Ralston masuk ke ruang gawat darurat tanpa bantuan, kemudian menunjuk pada peta di mana dia telah terjebak.

Para penyelamat heran Ralston tetap hidup. Sebuah helikopter kemungkinan besar tidak akan menemukannya karena posisinya di celah lembah yang dalam dan sempit. Aron Ralston memiliki semangat luar biasa untuk hidup, dia tidak pernah menyerah dan akhirnya dia selamat.

Kisah Ralston sendiri sudah diangkat ke layar lebar dengan judul “127 Hours” dengan pemerannya James Franco.

Biografi Ibnu Al Haitham


bnu Haitham atau nama sebenarnya Abu All Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham, atau dalam kalangan cerdik pandai di Barat, beliau dikenal dengan nama Alhazen, adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, mate­matika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Beliau banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop..
Masa ilmuwan-ilmuwan Islam
Islam sering kali diberikan gambaran sebagai agama yang mundur dan memundurkan. Islam juga dikatakan tidak menggalakkan umatnya menuntut dan menguasai pelbagai lapangan ilmu. Kenyataan dan gambaran yang diberikan itu bukan saja tidak benar tetapi bertentangan dengan hakikat sejarah yang sebenarnya.
Sejarah telah membuktikan betapa dunia Islam telah melahirkan banyak golongan sarjana dan ilmuwan yang cukup hebat dalam bidang falsafah, sains, politik, kesusasteraan, kemasyarakatan, agama, pengobatan, dan sebagainya. Salah satu ciri yang dapat diperhatikan pada para tokoh ilmuwan Islam ialah mereka tidak sekedar dapat menguasai ilmu tersebut pada usia yang muda, tetapi dalam masa yang singkat dapat menguasai beberapa bidang ilmu secara bersamaan.
Walaupun tokoh itu lebih dikenali dalam bidang sains dan pengobatan tetapi dia juga memiliki kemahiran yang tinggi dalam bidang agama, falsafah, dan sebagainya. Salah seorang daripada tokoh tersebut ialah Ibnu Haitham atau nama sebenarnya Abu All Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham.
Perjalanan hidup
Dalam kalangan cerdik pandai di Barat, beliau dikenali dengan nama Alhazen. Ibnu Haitham dilahirkan di Basrah pada tahun 354H bersamaan dengan 965 Masehi. Beliau memulai pendidikan awalnya di Basrah sebelum dilantik menjadi pegawai pemerintah di bandar kelahirannya. Setelah beberapa lama berkhidmat dengan pihak pemerintah di sana, beliau mengambil keputusan merantau ke Ahwaz dan Baghdad. Di perantauan beliau telah melanjutkan pengajian dan menumpukan perhatian pada penulisan.
Kecintaannya kepada ilmu telah membawanya berhijrah ke Mesir. Selama di sana beliau telah mengambil kesempatan melakukan beberapa kerja penyelidikan mengenai aliran dan saliran Sungai Nil serta menyalin buku-buku mengenai matematika dan falak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang cadangan dalam menempuh perjalanan menuju Universitas Al-Azhar.
Hasil daripada usaha itu, beliau telah menjadi seo­rang yang amat mahir dalam bidang sains, falak, mate­matik, geometri, pengobatan, dan falsafah. Tulisannya mengenai mata, telah menjadi salah satu rujukan yang penting dalam bidang pengajian sains di Barat. Malahan kajiannya mengenai pengobatan mata telah menjadi asas kepada pengajian pengobatan modern mengenai mata.

Karya dan penelitian
Ibnu Haitham merupakan ilmuwan yang gemar melakukan penyelidikan. Penyelidikannya mengenai cahaya telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler mencipta mikroskop serta teleskop. Beliau merupakan orang pertama yang menulis dan menemui pelbagai data penting mengenai cahaya.
Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris, antaranya ialah Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak membahaskan mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang bayang dan gerhana.
Menurut Ibnu Haitham, cahaya fajar bermula apabila mata­hari berada di garis 19 darjah di ufuk timur. Warna merah pada senja pula akan hilang apabila mata­hari berada di garis 19 darjah ufuk barat. Dalam kajiannya, beliau juga telah berjaya menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.
Ibnu Haitham juga turut melakukan percubaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ terhasillah teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para saintis di Itali untuk menghasilkan kanta pembesar yang pertama di dunia.
Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemui prinsip isi padu udara sebelum seorang saintis yang bernama Trricella mengetahui perkara itu 500 tahun kemudian. Ibnu Haitham juga telah menemui kewujudan tarikan graviti sebelum Issaac Newton mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Hai­tham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan kepada saintis barat untuk menghasilkan wayang gambar. Teori beliau telah membawa kepada penemuan filem yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana yang dapat kita tontoni pada masa kini.
Filsafat
Selain sains, Ibnu Haitham juga banyak menulis mengenai falsafah, logik, metafizik, dan persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Beliau turut menulis ulasan dan ringkasan terhadap karya-karya sarjana terdahulu.
Penulisan falsafahnya banyak tertumpu kepada aspek kebenaran dalam masalah yang menjadi pertikaian. Padanya pertikaian dan pertelingkahan mengenai sesuatu perkara berpunca daripada pendekatan yang digunakan dalam mengenalinya.
Beliau juga berpendapat bahawa kebenaran hanyalah satu. Oleh sebab itu semua dakwaan kebenaran wajar diragui dalam menilai semua pandangan yang sedia ada. Jadi, pandangannya mengenai falsafah amat menarik untuk disoroti.
Bagi Ibnu Haitham, falsafah tidak boleh dipisahkan daripada matematik, sains, dan ketuhanan. Ketiga-tiga bidang dan cabang ilmu ini harus dikuasai dan untuk menguasainya seseorang itu perlu menggunakan waktu mudanya dengan sepenuhnya. Apabila umur semakin meningkat, kekuatan fizikal dan mental akan turut mengalami kemerosotan.
Karya
Ibnu Haitham membuktikan pandangannya apabila beliau begitu ghairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Sehingga kini beliau berjaya menghasilkan banyak buku dan makalah. Antara buku karyanya termasuk:
1. Al’Jami’ fi Usul al’Hisab yang mengandungi teori-teori ilmu metametik dan metametik penganalisaannya;
2. Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib mengenai ilmu geometri;
3. Kitab Tahlil ai’masa^il al ‘Adadiyah tentang algebra;
4. Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat bagi segenap rantau;
5. M.aqalah fima Tad’u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak dan
6. Risalah fi Sina’at al-Syi’r mengenai teknik penulisan puisi.
Sumbangan Ibnu Haitham kepada ilmu sains dan falsafah amat banyak. Kerana itulah Ibnu Haitham dikenali sebagai seorang yang miskin dari segi material tetapi kaya dengan ilmu pengetahuan. Beberapa pandangan dan pendapatnya masih relevan sehingga ke hari ini.
Kamera Obscura (dalam bahasa Latin berarti kamar gelap), pengembangan hasil penemuan Ibnu Al Haitham yang didasarkan atas prinsip menangkap pantulan cahaya dari sebuah benda.
Walau bagaimanapun sebahagian karyanya lagi telah “dicuri” dan “diceduk” oleh ilmuwan Barat tanpa memberikan penghargaan yang sewajarnya kepada beliau. Sesungguhnya barat patut berterima kasih kepada Ibnu Haitham dan para sarjana Islam kerana tanpa mereka kemungkinan dunia Eropa masih diselubungi dengan kegelapan.
Kajian Ibnu Haitham telah menyediakan landasan kepada perkembangan ilmu sains dan pada masa yang sama tulisannya mengenai falsafah telah membuktikan keaslian pemikiran sarjana Islam dalam bidang ilmu tersebut yang tidak lagi dibelenggu oleh pemikiran falsafah Yunani.
Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Haitham